The Lucky Treize

Sabtu, 27 Desember 2008

Ke Dokter “alone”


Hari rabu tanggal 19 kemarin setelah jam makan siang, saya dan Prygel pergi ke SOS, hanya untuk daftar ke spesialis mata. Kami sebenarnya sich, tidak berencana kedokter, Cuma daftar aja!
Ech,, malah jadi periksa ke dokter sampai 1 jam_an segala. Hampir aja telat masuk pemantapannya. Untung aja, waktu itu Bu Naning datangnya telat.
beginilah keladian awal yang merubah semua rencana kami :
Livita : “mbak, kalau mau ke dokter mata, harus ke dokter umum dulu ya?”
‘mabak’nya : “mbak”nya bilang. ‘iya dek, harus ke
  dokter umum dulu!’
Livita : “oh gitu mbak. Yaudah dech, kami minta yang hari sabtu masih ada tidak mbak?”
‘mbak’nya : “lhoh? Koug sabtu sih dek? Ntar dokter matanya keburu penuh loh! Gimana kalau sekarang aja ke dokter umum nya?
Prygel : “Okay dech mbak, sekarang ya!” (dengan pedhe nya)
(tiba-tiba livita berbisik kepada prygel)
Livita : “heh! Enak aja lu! Ntar kalau telat pemantapan gimna? Aku juga belum bilang my mom! Gimana dah tuch?”
Prygel : “asataga……… gitu aja lhow! Udah! Gampang! Periksa aja sekarang! Daripada ntar penuh?
Livita : “hah! Yaudah dech! Terserah loe!”
(akhirnya selesai KMB nya)
Prygel : “okay mbak, kami ke dokter umumnya sekarang aja”
‘mbak’nya : “ya dek, langsung aja ke ruang periksa tensi”
(yach.. terpaksa kami periksanya sekarang juga!)
Kami hamper menunggu 1 jam hanya untuk mendapatkan surat pengantar ke dokter spesialis dari dokter umum. (rasanya gimna gt.. kayak dibutuhin banget gt)
Ternyata waktu kami sedang bosan-bosannya menunggu, ada ‘bule’ lewat.. (cakep juga euy, tapi dah bapak-bapak! Hehe..) dari kejauhan saya liatin terus Bule itu, dan ketika dia mendekat say tersenyum kepadanya. Lalu dia membalas senyuman saya. (Wahh… ndk nyangka!)
Lalu Bule itu berkata
Bule : “Gadiez..????”
Livita : “oh! Yes.”
Wa… so sweet banget. Hwhwhw…
Setelah lumayan lama menunggudidepan ruang prakter, lalu kita Tanya ke mbak yang lewat :
Livita “mbak, dokternya disini cuma satu ya?
Mbak nya : “dua kog dek, yang disini dokter *******”
Livita : “oh! Bukan mbak! Maksud kami dokter *****???”
Mbaknya : : “oh kalau dokter ***** prakteknya dibelakang dek”
Livita : “oh! Makasih mbak!”
Livita : “Astaga….. Yaampun… jadi kita nunnguin dari tadi sampe keriput kayak gini ternyata salah ruangan???
Gille bener!!!!”
Setelah itu kami berdua menuju ruangan yang sebenarnya dan langsung periksa!! (hamill kale.. pake periksa segala)
Lalu kami pulang setelah meminta izin keterangan masuk sekolah dari dokter. Jam telah menunjukkan jam setengah 4 lebih dan itu artinya kami terlambat. Saya berjalan cepat dan sedikit berlari tapi, Prygel berkata :
Prygel : “ngapain kamu lari Liv? Kan ada ini!” (sambil menunjukkan surat keterangan dari dokter)
Livita : “oeya! Jadi kita ndk bakal dimarahin sama bu ******”
Dan dengan santainya kami berjlan menuju sekolah tanpa harus takut dimarahi karena terlambat.


2 Komentar:

Blogger tya prasetyaningrum mengatakan...

Wahh... yg di sensor, apaan tuu ?
hho.
[postingan mu yang ini buat aku ketawa]

27 Desember 2008 pukul 21.58  
Blogger Nizy mikaze mengatakan...

Koment blik yaw!!!!

12 Januari 2009 pukul 23.17  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda