The Lucky Treize

Sabtu, 27 Desember 2008

PENDERITAAN KELAS 9

Susssaaaaahhhnya jadi anak kelas sembilan. Baru aja mulai tahun ajaran baru, sudah detekan UAN!!! UAN!!! UAN!! Huh! Capek dech! Dikelas sembilan itu, hari-hari terasa berat, dan tidak ada waktu sedikit pun untuk main – main. Mana tugas makin banyak, trus mengulang pelajaran dari kelas 7, belum lagi jika sekarang – sekarang ini ada pemantapan. Jadi sekolah itu sudah jadi rumah kedua. Bahkan presentase tinggal di sekolah lebih banyak daripada di rumah sendiri. Gimana ndk gitu, saya berangkat sekolah dari rumah jam 7, dan pulang sekolahnya hamper jam 7 sampai di rumah. Karena sudah merasa lelah, rasanya pulang sekolah saya ingin langsung tidur, tapi ada lagi kerjaan yang menjengkelkan. Seperti halnya saya harus kursus segala macem, pulang kursus jam 9an, juga masih saja belum bisa untuk istirahat. Pasti besoknya ada saja ulangan atau tugas yang menumpuk. Pasti itu!!!!! Jadi saya baru bisa beristirahat jika sudah larut malam. Belum lagi besok paginya harus bangun pagi – pagi sekali untuk mempersiapkan semuanya. Jadi rasanya itu, untuk bernapas saja sssuuuuuusssssaaaaaaahhhhhhh banget.
Dan semua itu tersa sangat berat. JIka hari libur tiba, saya terasa tidak libur. Jika hari sabtu saya harus tetap datang kesekolah, dan setelah itu saya harus mengerjakan tugas – tugas mingguan yang belum sempat saya kerjakan di hari sekolah. Cuma bedanya kalau weekend bisa bangun lebih siang. Dan malamnya bisa nonton “termehek-mehek” dan “melati untuk marvel”.
Tapi, saya sadar bahwa yang semua yang saya lakukan sekarang ini adalah sedikit bentuk perjuangan saya untuk mencapai keberhasilan yang saya impi-impikan sejak dulu, yaitu bisa meraih nilai baik di UAN dan bisa masuk SMA keinginan saya. Sebuah hasil yang memuaskan tidak bisa diraih begitu saja, harus ada perjuangan yang panjang dan melelahkan dibelakanganya, jadi saya harus seikhlas-ikhlasnya menjalanai semua ini. Apalagi disekolah, saya sama sekali tidak merasa bosan karena teman – teman saya yang selalu membuat suasana menjadi meriah dan selalu menyenangkan. Lagi pula, saya seharusnya bersyukur mempunyai presentase waktu yang lebih panjang disekolah, karena ini adalah tauhn – tahun terakhir saya di Prima School ini. Jadi istilahnya saya harus “puas-puasin” di sekolah. Dan semua yang saya alami dikelas sembilan ini bisa saja menjadi kenangan tak terlupakan jika saya sudah tidak berada di Prima School ini kelak. (Hiks… Hiks…)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda